Mencoba menggali ingatan dan mengasah kemampuan. Itulah salah satu hal yang tiba-tiba muncul di dalam benak saya pagi hari ini. Kerinduan untuk merangkai kata-kata menjadi kalimat dan sebuah tulisan kembali membuncah. Layaknya anak bayi yang sedang dalam proses bertumbuh, saat ini saya sedang memulai belajar merangkak dan berdiri. Dibutuhkan kesabaran dan latihan yang tekun agar bisa sampai ke tahap berjalan dan berlari. Teringat komentar seorang senior redaktur di tempat saya merintis karir jurnalis, ketika berjumpa dengan saya di tempat kerja yang baru, yang bukan di bidang jurnalistik. "Jangan sampai mati kemampuan menulismu Diel!"
Kalimatnya singkat tapi senantiasa tertancap di ingatan saya. Saat ini, saya sepertinya sedang dalam keadaan 'keram otak'. Harus banyak memullai membaca dan belajar kembali agar dapat mengasah hobby yang dulu saya tekuni tersebut. Untuk itu, saya mencoba mengawalinya dengan 'mencoret-coret' kembali blog yang sudah sangat berdebu dan dipenuhi sarang labalaba ini. Setidaknya saya harus mencoba membuat tulisan-tulisan pendek minimal 2 sampai 3 kali dalam seminggu. Karena jika tidak, 'keram' tersebut bisa menyebabkan 'kematian' di otak saya.
Makassar, lima September DuaribuDuapuluh
