Tak sekadar piaraan, anjing juga bisa menjadi sahabat manusia. hewan berkaki empat ini pun bisa menghasilkan uang yang berlimpah.
Riuh gonggongan anjing memenuhi main hall Mal Graha Tata Cemerlang (GTC), Minggu, 12 Desember kemarin. Sebuah area beralaskan karpet berwarna hijau tampak dikelilingi beberapa kotak penyimpanan anjing.
Di beberapa sudut area tersebut nampak beberapa orang sedang sibuk menyisir dan membersihkan anjing piaraannya. Di sisi lain tampak beberapa pengunjung menyempatkan diri mengabadikan gambar dari berbagai anjing yang lucu tersebut.
Sepanjang dua hari kemarin, pengunjung Mal GTC memang mendapatkan hiburan yang berbeda. Di hari itu sedang berlangsung Pameran Anjing (dog show) Multi Trah. All Breed: Makassar 2nd Dog Show 2010, demikian tema even ini.
Even ini merupakan ajang yang dilaksanakan oleh Perkumpulan Kinologi Indonesia (PERKIN). Ada 78 ekor anjing dari seluruh Indonesia yang hadir memeriahkan even ini.
Beragam jenis anjing dari ukuran mini sampai yang super jumbo berkumpul dan menunjukkan tingkah yang lucu dan menggemaskan. Mulai dari jenis dobermann, golden retrievier, rottweiler, chihuahua, poodle, shihtzu, hingga pomeranian ada di ajang ini.
Tingkah pola hewan berkaki empat tersebut tak jarang mengundang gelak tawa. Seperti saat beberapa ekor golden retrievier yang tiba-tiba membuang kotoran di tengah arena ketika sedang dinilai oleh juri.
Ada lagi seekor anjing pomeranian yang tidak mau mengikuti perintah sang majikan untuk berlari mengelilingi arena. Anjing kecil tersebut tiba-tiba bersemangat ketika seekor anjing besar masuk di arena, sehingga mereka saling berkejaran.
Anjing-anjing ini tak sekadar pamer aksi dan gaya di tengah arena. Ada penilaian khusus yang diberikan setiap juri yang hadir ke setiap anjing yang tampil.
“Penilaiannya seperti pemeriksaan susunan gigi, kondisi bulu, serta keaktifan si anjing tersebut,” tutur Ronny Wirawan selaku ketua panitia acara ini. Dia melanjutkan, setiap anjing memiliki kriteria masing-masing, mulai dari tingginya, berat, dan bulunya.
Juri yang datang menilai pada even ini pun tidak asal pilih. Di antaranya Graham Kerr dari Australia, Andi Hudono, dan Agus Wardhana. Ketiganya telah berpengalaman di bidang hewan khususnya jenis anjing.
Ronny mengungkapkan, ajang ini diadakan tidak hanya untuk menggalakkan kecintaan terhadap anjing. Melalui even ini PERKIN mengharapkan agar anjing jenis Trah dapat diangkat dan dikenal secara umum.
Anjing dikenal sebagai salah satu satwa yang paling setia, maka tak heran bila banyak orang yang ingin dan gemar memliharanya. Namun, untuk membesarkan anjing, butuh perawatan yang ekstra serta tentunya biaya yang tidak sedikit.
Seperti yang diungkapkan salah seorang peserta dari Bandung, Jesselyn. Dalam pameran ini, dia memboyong dua anjing untuk ikut lomba.
“Setiap hari harus diberi makanan yang cukup dan sesuai, selain itu perlu dimandikan setiap tiga hari sekali,” urai wanita berkulit putih ini. Untuk menjaga bulu anjingnya tetap indah, Jesselyn selalu menyisir dan menyemprotnya dengan spray khusus.
Setelah menunjukkan aksi dan mendapat nilai dari setiap juri, anjing yang mendapat nilai tertinggi akan memperoleh hadiah dan trophy yang disiapkan panitia.
“Jadi bagi anjing-anjing yang sudah tiga kali memenangkan best in show dengan juri yang berbeda, berhak untuk menyandang gelar Indonesian Champion yang akan dilampirkan pada akte lahirnya,” urai Ronny.
Tak sekadar mendapat gelar, anjing tersebut akan mendapatkan gengsi yang tinggi di kalangan anjing lainnya. Tanpa harus menjualnya, anjing tersebut sudah bisa mengisi pundi-pundi sang pemilik.
Seperti misalnya ada anjing milik orang lain yang ingin dikawinkan dengan anjing tersebut. “Bisa saja si pemilik Anjing dengan gelar tersebut akan mematok harga tertentu dulu,” tukas pria berkaca mata ini. (*)
Makassar, 12 Desember 2010

Tidak ada komentar:
Posting Komentar