Jumat, 07 Januari 2011

Dari Mercusuar, Lalu Tugu, Kelak Hilang

*Jejak Situs di Depan Fort Rotterdam


JEJAK perjalanan sejarah Makassar semakin memiriskan. Bahkan terancam punah.
***
SEJUMLAH kendaraan berlalu lalang di sepanjang Jalan Ujung Pandang. Tepat di seberang Fort Rotterdam berdiri sebuah tugu atau monumen berwarna putih. Bentuk tugu itu menyerupai sebuah pilar dengan sebuah tulisan “Pahlawan Indonesia”.

Tugu setinggi sekira lima meter ini dikeliling pagar seng bercat biru. Tampaknya di dalamnya akan dibangun sebuah bangunan baru. Ini terlihat dari tulisan “dilarang masuk” berwarna merah.

Tidak banyak warga yang tahu kalau pada masa lampau, beberapa ratus tahun lalu di tempat itu berdiri sebuah mercusuar buatan Belanda. Namun kini, sisa-sisa fisik bangunan tersebut sama sekali tidak ada.

Dikisahkan salah seorang staf dokumentasi dan publikasi Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BPPP) Makassar, Mohammad Natsir, pembangunan mercusuar tersebut berlangsung pada masa pendudukan Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) Belanda di Benteng Ujungpandang (Fort Rotterdam).

“Pendudukan VOC di Benteng Ujung Pandang dimulai pada tahun 1627, baru kemudian mengganti nama benteng menjadi Fort Rotterdam,” tutur Natsir menjelaskan.

Saat itu, Bandar Somba Opu diruntuhkan, sehingga aktivitas perdagangan berpusat di Pelabuhan Makassar. Mengingat kekuatan VOC di bidang perdagangan harus melalui jalur laut, maka di jaman itu diadakan pembangunan besar-besaran untuk kelengkapan fasilitas Pelabuhan Bandar Makassar (sekarang Pelabuhan Soekarno Hatta). Di antaranya seperti beberapa gudang penyimpanan serta mercusuar di depan bangunan Benteng Fort Rotterdam.

Mercusuar itu dibangun sebagai tempat untuk memantau jalannya alur lalu lintas perdagangan laut Makassar. Sengaja ditempatkan di depan Benteng Fort Rotterdam untuk memudahkan VOC dalam melakukan pemantauan.

“Mercusuar tersebut merupakan salah satu bagian terpenting dalam kegiatan perdagangan Pelabuhan Bandar Makassar,” ucap Natsir, Jumat, 7 Januari.
Dia menyebutkan, tidak ada data pasti mengenai tahun dimulainya pembangunan mercusuar tersebut.

Dengan proses pemantauan yang aktif dan terarah, tak heran bila VOC berhasil menjadikan Pelabuhan Makassar menjadi sebuah pelabuhan bebas. Pada jaman itu, sekitar abad 18-19, Pelabuhan Makassar sedang berada pada masa kejayaannya.

Pada masa itu, tingkat pertumbuhan ekonomi sedang dimulai. Ini ditunjukkan dengan dibangunnya sebuah bank di Jalan Nusantara, pada tahun 1900-an. Bank Javanese tersebut juga menjadi salah satu bagian dari perjalanan sejarah Kota Makassar.

Sayangnya kejayaan Pelabuhan Makassar pada waktu itu tidak berlangsung sampai sekarang. Natsir menyebutkan, nilai historis kota jangan sampai dihilangkan, karena ini merupakan salah satu kunci Makassar untuk menuju kota dunia.

Kini, tugu itu sepertinya terancam keberadaannya dengan pagar seng yang mengitarinya. Di sekitarnya pun kini sedang berlangsung pembangunan yang lainnya. Entah berapa bukti sejarah Makassar lagi yang akan hilang dan punah. (*)

Jalan Ujung Pandang, Makassar
07 Januari 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar